Sabtu, 16 Mei 2009

DUSTUR ILAHI:
Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al Mujaadilah ayat 11).
Samakah orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui? Samakah orang orang yang berakal dengan orang yang tidak berakal? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az Zummar 15).
Siapakah yang lebih baik perkataannya selain orang yang mengatakan. (QS. Fushshilat ayat 24).
HADITS:
Dari Abu Roqoyyah, Tamim bin Aus ad-Daari Rodhiyallohu 'Anhu, dari Rosululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda: "Agama adalah nasehat, agama adalah nasehat, agama adalah nasehat." Mereka (para sahabat) bertanya, "Untuk siapa, wahai Rosululloh?" Kemudian Rosululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam menjawab: "Untuk Alloh, Kitab-Nya, Rosul-Nya, Imam kaum muslimin atau mukminin, dan bagi kaum msulimin pada umumnya." (HR. Muslim no. 55, Abu 'Awanah I/36-37, al-Humaidi no. 837, Abu Dawud no. 4944, an-Nasaai VII/156-157, dan al-Baihaqy VIII/163).
Diriwayatkan oleh Abu Huroiroh Rodhiyallohu Anhu. Rosululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda: "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk (kebaikan), niscaya ia akan mendapat pahala sebagaimana orang yang mengikutinya tanpa dikurangi pahala mereka seidikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan (keburukan), niscaya ia akan mendapatkan dosa sebagaimana orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dosa mereka sedikitpun." (HR. Muslim no. 2674, Ibnu Majah no. 194, at-Tirmidzi no. 2674, ad-Darimi I/131, dan Ahmad II/397).
Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu Anhu, bahwasannya Rosululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda: "Barangsiapa yang berjalan menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan memudahkan baginya jalan menuju Syurga. Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah dari rumah-rumah Alloh, mereka membaca dan mempelajari al-Qur'an di antara mereka, ajar mengajarkannya, kecuali Alloh akan menurunkan ketenangan kepada mereka, para Malaikat mengelilingi mereka, dan Alloh akan meliputi mereka dengan rahmat-Nya, Alloh akan mengingat mereka termasuk orang yang berada disisi-Nya. Dan barangsiapa yang lambat dalam beramal, ,aka nasabnya tidak dapat menolongnya." (HR. Muslim no. 2699, ay=t-Tirmidzi no. 1425, dan Ahmad II/252,407).
Dalam sebuah hadits 'Abu Darda Rodhiyallohu 'Anhu meriwayatkan, sesungguhnya Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam telah bersabda: "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Alloh akan membuatnya berjalan di salah asatu jalan menuju Syurga. Dan sesungguhnya Malaikat akan membentangkan sayap-sayap mereka untuk orang yang mencari ilmu sebagai bukti kerelaaan mereka atas apa yang dikerjakannya itu. Dan seseorang yang berilmu (alim) akan dimohonkan untuknya ampunan oleh para penguni langit dan bumi, bahkan juga oelh ikan-ikan dan yang ada di air. Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah ibarat keutamaan bulanatas seluruh bintang-bintang pada malam bulan purnama. Dan sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para Nabi, sedangkan para Nabi tidak pernah meninggalkan warisan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mewarisi ilmu berarti ia mengambil bagian yang banyak." (HR. Ahmad dalam al-Fathur Robbani I/149, dan Abu Dawud no. 3641. Hadits ini shahih menurut Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jaami' no. 6297).
Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas Rodhiyallohu 'Anhu, dari Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabada: "Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah no. 224, dan dishahihkan olah Syaikh al-Albani dalam Takhrij Musykilah al-Faqr no. 86).



Selengkapnya...